Header Ads

ad

Orang Bangladesh berlomba menyelamatkan pengungsi Rohingya yang membutuhkan


Haji Taish Khan (tengah) dan teman-temannya termasuk donor swasta Bangladesh mengumpulkan uang untuk mendistribusikan uang tunai, makanan dan pakaian kepada para pengungsi dari Myanmar. © UNHCR / Roger Arnold



Melalui dorongan sumbangan, mereka membeli cukup makanan dan pakaian untuk mengisi dua palet dan, dengan uang tunai yang tersisa, menyewa bus dan berangkat ke bukit-bukit yang basah akibat hujan di tenggara Bangladesh, di mana penderitaan dalam skala yang tak terbayangkan.
"Seluruh komunitas kami terlibat ... dan kami akan terus datang sampai situasinya stabil," kata Haji Khan. Teman-teman sekerjanya, yang berkemas di sekelilingnya di dalam bus, mengangguk setuju.

Di lapangan bergejolak di luar, ribuan orang yang kurang gizi berdiri atau berjongkok di dalam lumpur dalam sebuah pergelangan kaki, mengantre untuk menerima bantuan dari aliran donor yang tampaknya tak berujung seperti Haji, berlomba menyelamatkan nyawa yang rapuh.
"Mereka datang untuk kita, dan kita bergantung pada mereka," kata Younus, seorang ayah kurus kering, memeluk tas yang berisi makanan berkalori tinggi. Keluarganya tidak memiliki tempat berlindung, katanya, tapi "setidaknya sekarang kita punya sesuatu untuk dimakan".
Ruang berlumpur adalah satu dari 13 titik koma di distrik Cox's Bazar karena mendistribusikan bantuan yang datang dari seluruh negeri. Pejabat menjadwalkan pengiriman dan bekerja dengan para pemimpin komunitas pengungsi untuk menetapkan kupon yang dapat ditebus kepada mereka yang sangat membutuhkan.
"Kami datang sendiri untuk memberikannya langsung kepada orang-orang yang membutuhkannya."
[ Dilansir UNHCR ]



Foto Pani Muhammad.
BIG THANKS FOR OUR BELOVED BROTHER IN BANGLADESH
Jadi setelah terjadinya pembantaian terhadap kaum muslimin Rohingya di Myanmar, banyak org rohingya berjalan menaik gunung dan memakan dedaunan, berlarian dan banyak gugur didalam lautan serta sungai saat menyebrangi.
Awalnya bangladesh menutup pintu bagi mereka dengan alasan keamanan. Karena pengungsi di bangladesh sendiri sejak berpuluh tahun yang lalu juga ada, dan terus ditangani.

Atas desakan rakyat setempat yang tidak sanggup dan tidak tahan melihat darah2 mereka tertumpah.

Seluruh muslimin di bangladesh bahu-membahu mengumpulkan hartanya dari dalam kantong dari universitas ke universitas, dijalanan dan bahkan pemerintah sendiri memberikan bantuan

Mereka orang bangladesh mengatakan "Kalian menyaksikan kekejian itu hanya dari video, Sedang kami langsg melihatnya. Melihat mereka yang kelaparan berjalan berhari-hari. Air mata kami tidak berhenti, sementara saat itu dunia mengabaikannya." .

Tentara bangladesh tentu amat ramah dengan mereka, meski ada segelintir orang rohingya 'agak' susah untuk diatur membuat tentara terkadang geram, namun keseluruhan mereka semua penuh kasih sayang. Tujuan mereka menciptakan keamanan untuk antara rohingya dan bangladesh dan orang rohingya itu sendiri.

Reportase by : M Rizki Fauzi Tim Indonesia Muda

No comments