Header Ads

ad

JORDANIA MENDEPORTASI PENGUNGSI SURIAH


Photo published for “I Have No Idea Why They Sent Us Back”
Pengungsi Suriah membawa barang-barang saat mereka kembali ke Suriah setelah melintasi perbatasan Yordania dekat kota Nasib, di provinsi selatan Daraa, pada tanggal 29 Agustus 2017. 
 © 2017 Mohamad Abazeed, AFP, Getty Images

  

"Saya Tidak Tahu Mengapa Mereka Mengirim Kami Kembali"
-Nasseed-


Jordania adalah salah satu Negara penampung pengungsi suriah terbesar sejak tahun 2014, terutama pada tahun 2016 dan 2017. Dalam lima buan pertama di tahun 2017 pihak berwenang Jordania telah mendeportasi lebih dari 400 pengungsi suriah.

diansir HRW ( Human Right Watch ) mereka mewawancarai 35 orang pengungsi suriah di Jordania yang baru-baru ini dideportasi ke kampung halaman mereka, pemerintah jordania tidak mengemukakan alasan yang jelas terkait tindakan deportasi tersebut. Selain itu Pemerintah Jordania juga tidak memberi kesempatan kepada pengungsi suriah untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti perintah pemulangan mereka atau untuk meminta bantuan hukum dan bantuan dari komisaris UNHCR ( UN High Commissioner for Refugees ) sebelum dideportasi.

Salah satu pengungsi suriah yang diwawancarai adalah "Nasser" seorang ayah dari 8 orang anak ini mengaku tdak diberi tahu alasan mereka dideportasi, Nasser dan keluarganya  mengungsi dari suriah pada bulan Februari 2012 ketika putrinya terluka dalam sebuah serangan. Dia tinggal di Irbid dimana anaknya dirawat karena luka bakar.

Nasser dan seluruh keluarganya, teramasuk orang tuanya, istri, anak-anaknya dan dua saudara laki-lakinya semuanya dideportasi. Dia mengatakan bahwa GID ( Direktorat Jendral Umum Jordania ) dua kali memanggilnya bersama dengan orang tua 75  tahun ( yang memiliki cacat mental yang parah ) ke pusat penahanan GID di Irbid, namun hanya mengajukan pertanyaan standar.


" saya masuk dan mereka tidak bertanya kepada saya apa-apa atau mengatakan apapun kepada saya. Mereka menahan saya, memborgol saya, dan menahan saya dalam tahanan selama dua hari. Pukul 10 pagi dua hari kemudian, mereka menyuruh saya untuk menelepon keluarga dan orang tua saya dan meminta mereka untuk datang menemuiku di pusat penahanan [Irbid] bagian selatan. Begitu mereka tiba, mereka mengantarkan kami ke dalam bus dan segera mengirim kami kembali. Orang tua kami juga dideportasi, dan keluarga saudara laki-laki saya dan keluarga saudara laki-laki saya yang lain.
Saya memikirkan nasib saya sendiri. Saya memiliki dokumentasi UNHCR dan kami memiliki ID Yordania. Saya telah menempati sebuah rumah, semua barang saya tetap ada, semuanya dijarah. Mereka menghancurkannya dan saya bersumpah saya tidak melakukan apapun. Jika saya punya, saya tidak akan berdebat. Tapi saya tidak tahu mengapa mereka mengirim kami kembali. Dan Anda tahu seperti apa situasi di Suriah. Serangan udara dan perang dan kematian, dan tidak ada perawatan di sana untuk putriku dengan tangannya yang terbakar. "


The Arab Charter of Human Rights, melarang pengusiran kolektif  "dalam segala situasi" . Larangan pengusiran kolektif dikarenakan harusnya pemerintah Jordania mempertimbangkan keadaan-keadaan pengungsi dan memastikan apakah mereka melanggar pedoman nonrefoulement atau tidak?. Jordania juga terikat oleh Prinsip Hukum Internasional untuk tidak mengembalikan pengungsi ke tempat asal mereka dimana keselamatan mereka terancam.


No comments